Mamminasata Sulawesi Selatan Dapat Pengecualian Larangan Mudik, Ini Penjelasannya

Makassar- Pemerintah resmi mengeluarkan kebijakan larangan mudik. Ini akan berlaku 6-17 Mei 2021.

Namun, di salah satu provinsi di Indonesia ada kawasan yang mendapat pengecualian aturan larangan mudik.

Kawasan Mamminasata Provinsi Sulawesi Selatan mendapat pengecualian terhadap aturan larangan mudik dari pemerintah.

Kadishub Sulsel Muhammad Arafah di Makassar, Minggu, mengatakan meski masuk pengecualian, tetap ada pengetatan.

“Wilayah Mamminasata itu masuk dalam pengecualian. Namun, bukan berarti bebas, harus tetap fokus dalam upaya pencegahan penularan COVID-19,” katanya Minggu 18 April 2021.

Ia menjelaskan, kawasan aglomerasi Makassar – Maros – Gowa – Takalar (Mamminasata) menjadi satu-satunya di Sulsel yang mendapatkan pengecualian.

Namun demikian, bukan satu-satunya di Indonesia karena beberapa daerah seperti di Jabodetabek dan wilayah Sumatera seperti Medan, Binjai dan Deli Serdang, juga mendapatkan pengecualian larangan mudik.

Kawasan aglomerasi Mamminasata mendapatkan pengecualian karena banyak orang yang berasal dari Gowa, Maros, dan Takalar bekerja di Makassar.

Sehingga, para pekerja ini masih dibolehkan melakukan perjalanan atau mendapatkan pengecualian, tapi tetap harus dilengkapi surat tugas.

Selain Mamminasata, poin pengecualian larangan mudik juga berlaku bagi pekerja perjalanan dinas bagi ASN, BUMN BUMD, Polri, TNI, swasta yang dilengkapi surat tugas tanda tangan basah dan cap.

Selanjutnya, ada juga kebijakan bagi orang yang mengunjungi keluarga yang sakit atau meninggal.

Bagi ibu hamil cukup satu pendamping, melahirkan dua pendamping, dan bagi yang membutuhkan pelayanan kesehatan secara darurat.

Di luar delapan poin itu, Dishub memastikan akan mengambil tindakan tegas bagi pelanggar, di antaranya memaksa pengendara putar balik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *