Di Forum LLAJ, Sekprov Ingatkan Soal Larangan Mudik dan Penerapan Protokol Kesehatan Perjalanan Orang

MAKASSAR, — Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani membuka kegiatan Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ), Tahun 2021, Senin (5/4) di Hotel Gammara, Jalan Metro Tanjung Bunga, Makassar.

Kepala Dinas Perhubungan Sulsel, Muh Arafah mengatakan kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya untuk mendorong Dinas Perhubungan kabupaten/kota untuk meningkatkan kapasitas, kinerja dan peran serta forum LLAJ di daerah masing-masing.

Selain itu, untuk mensinergitaskan tugas pokok dan fungsi seluruh unsur penyelenggara lalu lintas dan angkutan jalan terutama Program Strategis Bidang Transportasi Darat di Prov. Sulawesi Selatan.

Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani dalam arahannya mengemukakan lalu lintas dan angkutan jalan mempunyai peran yang sangat strategis dalam mendukung pembangunan ekonomi dan memajukan kesejahteraan masyarakat.

Penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan sebagaimana diamatkan dalam Undang – Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, harus dilaksanakan secara terkoordinasi oleh para Instansi beserta pemangku kepentingan (stakeholders).

Mengacu pada hal tersebut, dibentuklah Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) yang berfungsi menyinergikan tugas pokok setiap instansi penyelenggara lalu lintas dan angkutan jalan dalam rangka menganalisis, menjembatani, menemukan solusi, sehingga tercapai keterpaduan dalam merencanakan dan menyelesaikan masalah lalu lintas dan angkutan jalan.

Abdul Hayat melanjutkan, untuk meningkatkan fungsi koordinasi melalui forum tersebut, diharapkan pemerintah kabupaten/kota menunjuk petugas penghubung yang melaksanakan fungsi koordinasi antarpemangku kepentingan di bidang lalu lintas dan angkutan jalan.

Pada kesempatan itu, Abdul Hayat juga mengemukakan, beberapa hari ke depan, kita memasuki Ramadan. Setelah itu, umat muslim juga akan merayakan
Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah.

“Saya ingin menyampaikan kepada para kepala Dinas Perhubungan agar mulai mempersiapkan pelaksanaan angkutan lebaran secara terpadu di daerahnya masing-masing dengan berpedoman pada regulasi atau protokol yang telah ditetapkan oleh Pemerintah,” ungkap Abdul Hayat.

Dia juga berharap agar stakeholder terkait memberi pemahaman kepada masyarakat dan para pelaku usaha jasa transportasi terkait himbauan tidak mudik serta penerapan Protokol Perjalanan Orang.

“Sangat perlu dilakukan melalui sosialisasi, baik secara langsung maupun melalui media cetak dan elektronik untuk menekan tingkat penyebaran Covid-19 yang berpotensi mengalami peningkatan setelah Ramadhan dan Idul Fitri 1442 Hijriah berdasarkan pada data tren libur panjang tahun sebelumnya,” tambah Hayat.

Dia juga mengingatkan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, tanah longsor dan cuaca ekstrim yang akhir-akhir ini kerap tejadi.

“Itu perlu diperhatikan agar pelaksanna Lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah dapat terselenggara secara aman, tertib dan lancar,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *